Politeknik Assalaam Surakarta kembali memperkuat komitmennya dalam memajukan kualitas pendidikan nasional melalui Seminar Nasional bertajuk “Pendidikan Bermutu melalui Berbagai Perspektif Literasi dan Praktik Baik”. Acara yang digelar di Jalan Garuda Mas ini sukses mempertemukan para akademisi lintas institusi dari seluruh Indonesia.
Kolaborasi Strategis dan Penguatan Publikasi
Momentum pembukaan acara ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara Politeknik Assalaam Surakarta dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Jalin Pena, SEAMEO, Halopedeka, serta delapan perguruan tinggi nasional. Sinergi ini dirancang untuk memperkuat publikasi karya ilmiah, peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan, serta pengembangan profesional di bidang bahasa.
Redefinisi Literasi dan Perubahan Paradigma Pembelajaran
Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., selaku pembicara kunci, menegaskan bahwa menghadapi visi Indonesia Emas 2045, literasi harus dipahami secara luas. Menurutnya, fondasi pendidikan berkualitas terletak pada integrasi literasi baca-tulis, numerasi, digital, hingga karakter.
Sejalan dengan visi tersebut, Prof. Dr. Widya Karmila Sari Achmad dari Universitas Negeri Makassar (UNM) menekankan pentingnya transformasi dalam proses belajar-mengajar. Beliau menyoroti dua poin krusial bagi pendidik masa kini:
Perubahan Mindset: Mengalihkan fokus dari sekadar mengajar (teach) menjadi memastikan terjadinya proses belajar (learning).
Adaptasi Teknologi: Memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai instrumen utama dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Diskusi Pakar dan Fokus Pendidikan Vokasi
Dalam sesi paralel, Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Prof. Dr. A.G. Tamrin, memaparkan model pendidikan vokasi bermutu yang relevan dengan kebutuhan industri. Diskusi ini dipandu oleh moderator berpengalaman, Prof. Dr. apt. Chairun Wiedyaningsih (UGM) dan Dr. Trisnojoyo Khotob (Politeknik Assalaam).
Ketua Panitia, Dr. Misbah Fikrianto, menyatakan bahwa ruang diskusi ini sengaja dirancang secara mendalam melalui pembagian klaster keahlian. “Kami ingin hasil dari seminar ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, baik di skala lokal maupun nasional,” ujarnya.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Makassar, Malang, hingga Pontianak, menandakan kuatnya semangat kolaborasi antar-perguruan tinggi dalam mentransformasi wajah pendidikan Indonesia.

