gambar556

UNISMA, UNISSA, DAN JALIN PENA GELAR KONFERENSI INTERNASIONAL DI BRUNEI

Universitas Islam Malang (UNISMA) bersinergi dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam dan Jalin Pena Indonesia (Jaringan Literasi dan Inovasi Pendidikan Indonesia) siap menyelenggarakan agenda prestisius bertajuk “International Conference and Community Service”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 bertempat di kampus UNISSA, Bandar Seri Begawan.

Merespons Transformasi Global
Mengangkat tema “Islamic Higher Education in the Era of Global Transformation: Language, Inclusion, and Sustainable Development”, kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat posisi pendidikan tinggi Islam di kancah internasional. Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik global dan meningkatkan kolaborasi riset antarnegara.

Agenda Strategis dan Partisipasi Pakar
Rangkaian kegiatan yang telah disusun meliputi:

  1. Penandatanganan Nota Kesepahaman: Prosesi MoU antara Rektor dan MoA di tingkat Fakultas untuk melegalkan kerja sama jangka panjang.
  2. International Conference: Sesi pleno dan diskusi ilmiah yang menghadirkan para akademisi terkemuka.
  3. International Community Service: Workshop pengabdian masyarakat sebagai wujud implementasi ilmu pengetahuan lintas batas negara.
  4. Visiting Scholar Session: Sesi presentasi riset dari pakar Indonesia dan Brunei Darussalam.


Kegiatan ini akan diikuti oleh delegasi pakar dari berbagai institusi di Indonesia, termasuk Assoc. Prof. Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si. dari Jalin Pena Indonesia, serta guru besar dari universitas mitra seperti Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Makassar, dan UIN Alauddin Makassar.

Dukungan Penuh Tuan Rumah
Rektor UNISSA, Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, telah menyatakan kesiapan universitasnya untuk menjadi tuan rumah dan menyambut baik kolaborasi ini sebagai wadah pertukaran pengetahuan yang berharga. Delegasi dijadwalkan tiba di Brunei pada 24 April 2026 dan akan memulai agenda utama di hari berikutnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan kualitas pendidikan, publikasi bersama, dan inovasi pendidikan bagi umat dan masyarakat global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *