HDPGSDI Perluas Jejaring Akademik Internasional melalui Program Goes to Thailand

HDPGSDI Perluas Jejaring Akademik Internasional melalui Program Goes to Thailand

Jalinpena.or.id — Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (HDPGSDI) menuntaskan program internasional “HDPGSDI Goes to Thailand” yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi akademik pendidikan guru sekolah dasar di tingkat internasional.

Program yang diikuti 27 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu dipusatkan di Faculty of Education dan SD Labschool Kasetsart University. Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari Visiting Lecturer, Seminar Internasional Pendidikan, hingga pengabdian masyarakat internasional.

Selain kegiatan akademik dan pengabdian, delegasi HDPGSDI juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Arrangement (IA). Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama resmi antar-institusi.

Sekretaris Umum HDPGSDI, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang juga menjabat Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda organisasi untuk memperkuat jejaring internasional.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program kerja nasional untuk memperluas jejaring internasional. Ini adalah momentum bagi dosen PGSD Indonesia untuk memenuhi capaian Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat global, baik dalam aspek pengajaran, penelitian, maupun pengabdian,” ujar Farid Ahmadi, Senin 10 Agustus 2026.

Libatkan Dosen dari Berbagai Perguruan Tinggi

Sebanyak 27 dosen yang menjadi delegasi dalam program tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Keterlibatan akademisi dari berbagai institusi menjadi salah satu gambaran luasnya jejaring HDPGSDI dalam mengembangkan kerja sama akademik.

Di antara delegasi tersebut terdapat Dr. Yuyun Dwi Haryanti dari Universitas Majalengka dan Prof. Dr. Agustan S. dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Universitas Negeri Medan mengirimkan Elvi Mailani, Silvia Mariah Handayani, Andri Zainal, Pasca Dwi Putra, dan Apiek Gandamana. Sementara dari Universitas Terbuka terdapat Dr. Puryati dan Sri Dewi Nirmala.

Universitas Jember diwakili Prasetyo Adi Nugroho dan Dr. Aris Singgih Budiarso. Delegasi lainnya berasal dari Universitas Negeri Jakarta, yakni Dra. Endang M Kurnianti.

Dari Universitas Negeri Semarang terdapat Dr. Barokah Isdaryanti dan Firdiana Kamala Rahma. Universitas Bosowa mengirimkan Burhan dan Nurwidyayanti, sedangkan Universitas Negeri Yogyakarta diwakili Vinta A. Tiarani.

Delegasi lainnya terdiri atas Rahmi Hidayati dari Universitas Borneo Lestari; Erma Suryani Sahabuddin dan Widya Karmila Sari Achmad dari Universitas Negeri Makassar; Marleny Leasa dan Nessy Pattimukay dari Universitas Pattimura; Noorhapizah dari Universitas Lambung Mangkurat; serta Dr. Cicilia Ika Rahayu Nita dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

Perkuat Peran Organisasi Profesi

HDPGSDI merupakan organisasi profesi yang menaungi dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Organisasi tersebut didirikan pada 14 Mei 2011 di Surabaya dengan nama awal Asosiasi Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia.

Nama organisasi kemudian berubah menjadi Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia dalam Musyawarah Nasional II yang berlangsung di Jakarta pada 2015.

Berdasarkan Anggaran Dasarnya, HDPGSDI memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kualitas dosen, mendorong standarisasi pendidikan dasar, serta membangun kerja sama profesional dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri.

HDPGSDI juga menjadi wadah pengembangan profesi dosen PGSD dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar secara berkelanjutan.

Melalui program internasional seperti HDPGSDI Goes to Thailand, organisasi tersebut berupaya membuka semakin banyak ruang kolaborasi bagi dosen PGSD Indonesia dengan mitra internasional. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *