JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti pada kemeriahan seremonial. Momentum kemerdekaan perlu menjadi ruang refleksi bagi seluruh masyarakat untuk memahami kembali makna perjuangan dan mengisinya melalui tindakan nyata.
Pesan tersebut disampaikan Dewan Pembina Jalin Pena Indonesia, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., melalui refleksinya bertajuk “Merdeka Bukan Sekadar Diperingati, Tetapi Dihidupi”.
Menurut Munawir, kemeriahan peringatan kemerdekaan yang ditandai dengan pemasangan umbul-umbul merah putih, berbagai perlombaan, hingga pertandingan olahraga merupakan simbol kebahagiaan dan kebanggaan sebagai bangsa yang telah merdeka.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, masih terdapat berbagai persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat, mulai dari kemiskinan, keterbatasan akses kesehatan dan pendidikan, hingga persoalan keadilan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan renungan bersama agar kemerdekaan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.
“Memperingati Hari Kemerdekaan merupakan saat yang tepat untuk merenungkan makna perjuangan para pendiri bangsa,” ujar Munawir.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang yang dibayar dengan air mata, harta, darah, bahkan nyawa para pejuang. Mereka berjuang bukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, melainkan dengan harapan generasi penerus dapat hidup lebih bermartabat, adil, dan sejahtera.
Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan rasa syukur, kerja keras, integritas, dan pengabdian kepada bangsa.
Munawir juga menilai bahwa tantangan bangsa pada masa kini telah mengalami perubahan. Jika dahulu penjajahan hadir dalam bentuk kekuatan fisik dan senjata, kini berbagai bentuk “penjajahan modern” dapat muncul melalui kemiskinan, kebodohan, korupsi, narkoba, intoleransi, penyebaran hoaks, degradasi moral, hingga ketergantungan terhadap teknologi dan budaya yang berpotensi melemahkan jati diri bangsa.
Menurutnya, tantangan tersebut tidak selalu terlihat secara kasatmata karena dapat memengaruhi cara berpikir, perilaku, dan karakter masyarakat. Jika tidak dihadapi dengan kesadaran dan pendidikan karakter yang kuat, masyarakat dapat kehilangan kemandirian, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.
Selain masyarakat, Munawir menekankan pentingnya keteladanan para pemimpin dan pejabat publik. Kejujuran, kesederhanaan, kedisiplinan, serta orientasi pada pelayanan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah.
Penyalahgunaan wewenang dan perilaku yang tidak berintegritas, kata dia, dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Karena itu, menjaga kemerdekaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh warga negara.
“Memerdekakan bangsa berarti menghadirkan kepemimpinan yang amanah, pelayanan yang adil, serta tanggung jawab moral dari setiap penyelenggara negara maupun warga negara,” tuturnya.
Munawir menegaskan, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Setiap profesi dan pekerjaan yang dijalankan dengan kejujuran dan tanggung jawab merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa.
Guru yang mendidik dengan tulus, petani yang bekerja dengan jujur, pedagang yang tidak melakukan kecurangan, pelajar yang tekun belajar, aparatur yang memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, serta masyarakat yang menjaga kerukunan merupakan bagian dari pahlawan masa kini.
Kemerdekaan, lanjutnya, akan terus hidup apabila setiap warga negara menjalankan kewajibannya, menjaga persatuan, serta berani menolak berbagai bentuk penyimpangan yang merugikan kepentingan bersama.
“Merdeka itu bukan sekadar diperingati, tetapi harus dihidupi,” tegas Munawir.
Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk memperbarui tekad dan memperkuat komitmen dalam membangun Indonesia. Perubahan dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, hingga pekerjaan dan tanggung jawab yang diemban masing-masing.
“Semoga Indonesia semakin maju, semakin adil, semakin bermartabat, dan semakin diberkahi Allah SWT. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diwujudkan dalam setiap pikiran, setiap perkataan, dan setiap perbuatan,” pungkasnya.

