Jalinpena.or.id — Prof. Dr. Widya Karmila Sari Achmad, S.Pd., M.Pd. merupakan akademisi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang memiliki perhatian kuat terhadap pengembangan pendidikan dasar, peningkatan kompetensi guru, literasi, serta inovasi pembelajaran.
Sebagai akademisi di bidang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Prof. Widya tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga terlibat dalam berbagai organisasi profesi dan jejaring pendidikan. Kiprahnya tersebut membuat kontribusinya tidak hanya berlangsung di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga menjangkau komunitas pendidikan dan organisasi di tingkat nasional.
Profil akademiknya menunjukkan keterlibatan dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan dasar. Sejumlah kajian yang melibatkan namanya antara lain membahas pembelajaran berdiferensiasi, literasi, teknologi pembelajaran, strategi pembelajaran aktif, serta pengembangan kompetensi calon guru dan guru sekolah dasar.
Salah satu perhatian akademiknya adalah bagaimana menciptakan proses pembelajaran yang mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Dalam penelitian mengenai differentiated instruction pada pembelajaran membaca di sekolah dasar, misalnya, kajian tersebut menempatkan pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu pendekatan penting dalam menjawab keragaman karakteristik peserta didik.
Perhatian terhadap literasi juga menjadi bagian dari aktivitas penelitiannya. Rekam penelitian menunjukkan keterlibatannya dalam kajian mengenai peningkatan literasi mahasiswa calon guru sekolah dasar melalui digital storytelling berbasis joyful learning. Ia juga tercatat terlibat dalam penelitian yang mengkaji pemanfaatan artificial intelligence (AI) berbasis pendekatan deep learning untuk meningkatkan penguasaan literasi dasar guru sekolah dasar.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa Prof. Widya tidak hanya melihat pendidikan dari perspektif pembelajaran konvensional, tetapi juga berupaya merespons perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pendidikan di era digital.
Aktif Mengembangkan Kompetensi Guru
Selain penelitian, Prof. Widya juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan kompetensi pendidik. Aktivitas tersebut antara lain berupa pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Pengalamannya dalam pengembangan profesional calon guru juga terlihat dari keterlibatannya dalam pengelolaan layanan Praktik Pengalaman Profesi (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan Universitas Negeri Makassar.
Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Pusat Layanan PPL dan PKL pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LP2MP) UNM. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan pembelajaran akademik mahasiswa dengan pengalaman praktik profesional di lapangan.
Tidak hanya di lingkungan internal perguruan tinggi, Prof. Widya juga terlibat dalam kegiatan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai asesor pada Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dan terlibat dalam asesmen lapangan program studi kependidikan di perguruan tinggi.
Aktif dalam Organisasi Profesi
Di luar tugas akademik, Prof. Widya juga dikenal aktif dalam organisasi profesi. Salah satu organisasi yang menjadi bagian dari kiprahnya adalah Himpunan Dosen PGSD Indonesia (HDPGSDI).
Dalam organisasi tersebut, Prof. Widya tercatat sebagai Ketua Umum HDPGSDI. Organisasi ini menjadi wadah bagi dosen dan akademisi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun komunikasi, kolaborasi akademik, pengembangan kurikulum, penelitian, publikasi ilmiah, serta peningkatan mutu pendidikan guru sekolah dasar.
Sebagai Ketua Umum, Prof. Widya terlibat dalam berbagai agenda yang mempertemukan akademisi dan pengelola program studi PGSD dari berbagai daerah. Salah satunya melalui seminar dan workshop nasional yang membahas redesain profil lulusan PGSD dan pendidikan dasar agar mampu menghasilkan guru yang inovatif, inklusif, serta memiliki daya saing global.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Prof. Widya terhadap pendidikan tidak berhenti pada aktivitas penelitian dan pembelajaran, tetapi juga diarahkan pada penguatan kelembagaan dan jejaring profesi.
Turut Aktif dalam Jalin Pena Indonesia
Kiprah Prof. Widya juga berkembang melalui keterlibatannya dalam Jalin Pena Indonesia (Jaringan Literasi Inovasi Pendidikan Indonesia).
Jalin Pena Indonesia merupakan jejaring yang bergerak dalam penguatan literasi, inovasi pendidikan, pengembangan kapasitas pendidik, serta membangun kolaborasi antara akademisi, guru, peneliti, praktisi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Keterlibatan Prof. Widya dalam Jalin Pena Indonesia menjadi bagian dari kiprahnya dalam memperluas jejaring kolaborasi pendidikan. Aktivitas tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan bidang akademiknya yang selama ini banyak bersinggungan dengan pendidikan dasar, literasi, pengembangan kompetensi guru, dan inovasi pembelajaran.
Melalui jejaring seperti Jalin Pena Indonesia, gagasan akademik dapat dipertemukan dengan kebutuhan praktis di lapangan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pendidik, organisasi profesi, dan komunitas pendidikan menjadi penting untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik pendidikan.
Konsisten pada Pendidikan, Literasi, dan Inovasi
Jika melihat keseluruhan kiprahnya, Prof. Dr. Widya Karmila Sari Achmad memiliki spektrum aktivitas yang cukup luas. Ia menjalankan peran sebagai akademisi dan peneliti, terlibat dalam pengembangan kompetensi guru, berkontribusi dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi, aktif dalam organisasi profesi, serta mengambil bagian dalam jejaring literasi dan inovasi pendidikan.
Konsistensi tersebut memperlihatkan perhatian yang kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan pendidikan guru sekolah dasar.
Di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, penguatan kompetensi guru, literasi, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan beradaptasi menjadi tantangan yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, peran akademisi seperti Prof. Widya menjadi penting dalam menjembatani antara perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan guru, dan tuntutan perubahan pendidikan.
Kiprahnya di dunia akademik dan organisasi sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas literasi, pemerintah, sekolah, serta para praktisi pendidikan perlu membangun sinergi agar berbagai inovasi yang lahir dari dunia akademik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan pengalaman akademik, penelitian, pengembangan pembelajaran, organisasi profesi, serta keterlibatannya dalam Jalin Pena Indonesia, Prof. Dr. Widya Karmila Sari Achmad menjadi salah satu sosok akademisi yang aktif mengambil bagian dalam penguatan ekosistem pendidikan Indonesia.
Bagi Prof. Widya, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga mengenai bagaimana membangun ekosistem yang mampu melahirkan guru berkualitas, memperkuat budaya literasi, mendorong inovasi, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.

